抖阴社区

Bagian 38: Kuberikan Segalanya I

437 69 11
                                        

Boboiboy Fanfiction

© Boboiboy | Animonsta Studio

A/N: seluruh cerita ini merupakan karangan semata dan penulis tidak mengambil keuntungan dari penulisan cerita ini. Apabila ada kesamaan ide, nama tokoh atau tempat, semua itu murni ketidaksengajaan.

≫ ──── ≪•◦ ❈ ◦•≫ ──── ≪


Sudah 3 bulan sejak Maripos datang ke Istana. Taufan telah mengatur waktunya sebaik mungkin agar bisa menghabiskan waktu bersama Maripos, tetapi tetap memperhatikan saudara-saudaranya. Bukan hal yang mudah sebenarnya. Terkadang Taufan ingin sekali bisa memecah dirinya agar bisa melakukan berbagai macam hal sekaligus. Untung saja, Ayah dan Ibu banyak membantunya. Mereka memberikan saran dan membantu Taufan untuk mengatur waktunya dengan baik. Entah apa yang harus dia lakukan tanpa Ayah dan Ibu.

Dalam waktu 3 bulan ini, Taufan telah mengajarkan banyak hal pada Maripos. Kini Maripos bisa membaca buku dengan lancar dan juga bisa melakukan perhitungan dasar. Dia benar-benar pintar, Taufan terkagum-kagum pada kecepatan Maripos dalam belajar.

Sebagai hadiah atas keberhasilan Maripos, Taufan membantunya agar dia bisa mengakses perpustakaan di Istana Utama. Memang bagian yang bisa Maripos masuki hanya lantai satu, tapi di lantai satu juga memiliki banyak buku-buku bacaan yang menarik dan menambah pengetahuan. Taufan tau Maripos menyukainya, dia menangis saat pertama kali Taufan memberitakan berita ini padanya dan seperti ingin memeluk Taufan, tetapi dia menahan dirinya. Dengan itu, kau akan menemukan Maripos setiap hari di perpustakaan.

Begitu dia menyelesaikan pekerjaannya, dia akan membersihkan diri dan bergegas ke perpustakaan untuk membaca. Terkadang Taufan akan menemaninya, terkadang juga Maripos hanya pergi sendirian. Mungkin karena mereka tau bahwa Maripos adalah orang milik Taufan, jadi tak ada yang berani menganggunya. Walau terasa arogan, Taufan akan memanfaatkan hal itu sebaik mungkin. Ayah berkata bahwa seorang pemimpin harus dapat menjaga orang-orangnya. Jika Taufan memiliki kekuatan untuk melakukan itu, dia tidak akan ragu.

"Maripos!" Taufan berlari ke arah anak laki-laki yang lebih tua. Saat melihatnya, Maripos menurunkan sikat yang dia pegang dan membungkukkan tubuhnya dengan canggung begitu Taufan berada di hadapannya.

"Hormat saya pada Pangeran Kedua, Pangeran Taufan."

Sejujurnya, Taufan lebih suka saat Maripos bersikap santai padanya dibandingkan seperti saat ini. Namun, Taufan juga bisa mengerti bahwa Maripos tidak dapat terus bersikap santai padanya. Dia adalah Pangeran, seseorang yang diharapkan untuk menjadi Raja di masa depan, ada banyak mata yang mengawasi setiap gerakannya. Tingkah Maripos dapat menjadi bumeran baginya dan bisa melukai Maripos juga.

Taufan masih ingat saat Maripos ditegur dengan keras oleh salah seorang pelayan atas tuduhan berlaku tidak sopan pada anggota Kerajaan. Bahkan dia mendapatkan hukuman karena hal itu. Taufan tidak mau temannya dihukum, jadi walau dia tidak nyaman dengan kesopanan Maripos, Taufan akan menanggungnya demi Maripos.

"Bagaimana harimu?"

"Baik, Yang Mulia. Saya berencana menyelesaikan buku yang saya pinjam dari perpustakaan setelah selesai menyisir bulu kuda dan membersihkan kendang hari ini."

"Oh! Itu hebat!"

Taufan senang Maripos memiliki kegiatan yang dia nikmati. Ibu sering menyebutkan bahwa seorang anak harus menikmati masa kecilnya. Taufan tau tidak semua anak memiliki keberuntungan seperti itu, Maripos adalah salah satunya. Bahkan Taufan sendiri juga termasuk di dalamnya—walau jelas dia lebih beruntung dari orang lain. Namun, Taufan ingin temannya juga memiliki hal lain yang dapat menghiburnya, bukan hanya terus bekerja sepanjang waktu.

Di Bawah Langit yang SamaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang